Selasa, 14 September 2010

Bab 2 Celaan Terhadap Kebakhilan - Ayat ke-4

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan." (Q.S. An-Nisa': 36-37).

Keterangan
Perkataan menyuruh orang lain berbuat kikir memiliki pengertian yang bersifat umum, baik dengan perkataan maupun perbuatannya. Yakni, dengan melihat perbuatannya, orang lain terdorong untuk berbuat bakhil. Dalam banyak hadits diterangkan, "Barangsiapa memulai suatu amalan buruk, ia akan memperoleh dosa dari amalannya sendiri dan dari dosa-dosa orang lain yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. Masalah ini baru saja diterangkan secara terperinci. Dalam menafsirkan mukhtdlan fakhurd, Mujahid rah.a. meriwayatkan bahwa mereka adalah orang-orang takabbur yang mengumpulkan harta yang diberikan oleh Allah swt. dan tidak bersyukur kepada-Nya. Abu Sa'id Al-Khudri r.a. meriwayatkan hadits Nabi saw. bahwa pada Hari Kiamat, ketika Allah swt. mengumpulkan semua makhluk dalam satu tempat, maka api neraka Jahannam akan naik dan melaju dengan cepatnya ke arah mereka. Ketika malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya hendak menahannya, maka api itu akan berkata, "Demi kemuliaan Rabbku, biarkan aku mengambil pasanganku (kekasihku). Kalau tidak, aku akan naik ke atas mereka semua." Para malaikat pun bertanya, "Siapakah pasanganmu itu?" Ia menjawab, "Setiap orang sombong yang zhalim." Setelah itu, api Jahannam tersebut akan mengeluarkan lidahnya dan memilih orang-orang zhalim yang sombong dan menggulungnya (sebagaimana binatang yang dengan lidahnya memakan rerumputan). Setelah menggulung mereka semua, ia akan mundur ke belakang. Setelah itu, ia akan datang kembali dengan cepat sambil berkata, "Biarkan aku mengambil pasangan-pasanganku." Ketika ditanya siapakah pasangan-pasanganya itu, ia akan menjawab, "Setiap orang sombong yang tidak bersyukur." Sebagaimana yang pertama, ia akan memilih mereka dan dengan lidahnya, ia akan memasukkan mereka ke dalam perutnya. Begitu juga yang ketiga kalinya akan datang dengan cepatnya dan akan menuntut pasangan-pasangannya. Ketika ditanyakan kepadanya siapakah pasangan-pasangannya itu, kali ini ia akan berkata, "Setiap orang sombong yang membanggakan diri." Mereka juga akan dipilihi untuk dimasukkan ke dalam perutnya. Setelah itu baru akan diadakan hisab terhadap orang-orang yang lain.
Jabir bin Sulaim al-Hujaimi r.a. berkata, "Saya datang kepada Rasulullah saw. Pada waktu itu saya sedang berjalan di salah satu lorong di Madinah Munawwarah dan berjumpa dengan Nabi saw.. Setelah mengucapkan salam, saya bertanya tentang sarung. Rasulullah saw. bersabda, "Hendaknya hanya sampai di bagian betis yang besar. Jika kamu tidak suka terlalu tinggi, maka turunkanlah sedikit, dan jika ini juga tidak suka, maka sampai di atas mata kaki, dan jika ini pun tidak suka, maka tidak diperbolehkan, karena Allah swt. tidak menyukai orang sombong yang membanggakan diri (memanjangkan sarung atau celana sampai di bawah mata kaki termasuk takabbur). Kemudian saya bertanya tentang berbuat baik terhadap seseorang, Rasulullah saw. bersabda, "Jangan kamu anggap reraeh suatu kebaikan (sehingga kamu menolaknya), walaupun seutas tali atau tali sandal. Tuangkanlah air timbamu ke dalam wadah seseorang yang minta air, bila ada sesuatu yang menyulitkan di jalan, buanglah. Berbicarakah dengan manis muka kepada saudaramu. Ucapkanlah salam kepada orang yang berjalan. Hiburlah orang yang ketakutan (karena semua ini termasuk kebaikan). Jika seseorang menampakkan aibmu dan kamu tahu bahwa dalam dirinya ada aib, maka kamu jangan menampakkannya. Kamu akan mendapat pahala karena menutupi aib itu, dan ia akan mendapat dosa karena menampakkan aibmu. Lakukanlah suatu pekerjaan yang menurut anggapanmu seandainya ada seseorang yang mengetahuinya maka tidak mengapa. Janganlah kamu mengerjakan sesuatu yang engkau sendiri menginginkan agar orang lain tidak mengetahui apa yang kamu kerjakan itu (sebagai tanda bahwa perbuatan itu buruk).
Abdullah bin Abbas r.huma. berkata bahwa Kardam bin Yazid bersama orang banyak datang kepada kaum Anshar dan menasihati mereka, "Janganlah kalian mengeluarkan harta sebanyak ini, kami takut semua ini akan habis dibelanjakan, dan kalian menjadi fakir. Belanjakanlah dengan sedikit-sedikit, karena kita tidak tahu keperluan apa yang akan datang besok." Ayat ini turun berkenaan dengan celaan kepada orang-orang tersebut. (Durrul-Mantsur).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

This blog wanna share to all of you about greatness and amazing benefit of sedekah or giving. You wanna find that if we make sedekah, it will not decrease your wealth.

Let's read and get yourself enlightened !!

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP